Konsep menggunakan Indeks Glikemik udah mulai ditinggalkan sekarang memakai konsep Beban Glikemik yang lebih tepat untuk menilai pengaruh makanan terhadap kenaikan glukosa darah. Agar dapat menyusun menu yang mempunyai Beban Glikemik rendah tentunya kita harus tahu daftar Beban Glikemik bahan makanan. Untuk itu silakan download di link berikut.
Jumat, 14 Januari 2011
DAFTAR INDEKS GLIKEMIK & BEBAN GLIKEMIK BAHAN MAKANAN
INDEKS GLIKEMIK (Glycemic Index (GI)) DAN BEBAN GLIKEMIK (Glycemic Load (GL))
Indeks Glikemik atau Glycemic Index (GI) merupakan suatu sistem peringkat untuk menilai seberapa cepat glukosa dari suatu jenis makanan memasuki aliran darah, atau dapat dikatakan seberapa cepat karbohidrat dalam makanan dapat meningkatkan kadar gula darah.
Untuk menyusun peringkat GI dibuat suatu standar pengukuran dengan berpedoman seberapa cepat 50 gram dari suatu jenis makanan dapat diubah menjadi gula; peringkat tertinggi ditempati oleh glukosa dengan rating 100. Semakin tinggi rating berarti semakin cepat makanan tersebut masuk ke dalam peredaran darah. GI dikategorikan tinggi jika memiliki rating 70 atau lebih, sedang antara 56-69 dan rendah jika rating 55 ke bawah.
Kamis, 13 Januari 2011
RESPIRATORY QUOTIENT (RQ)
RESPIRATORY QUOTIENT (RQ) Merupakan rasio antara mole CO2 yang dikeluarkan selama respirasi dengan mole Oksigen (O2) yang digunakan; ditentukan dengan cara menempatkan suatu organisme dalam ruangan respirasi tertutup. Nilai RQ bersifat karakteristik dengan jenis senyawa yang dioksidasi; oksidasi metabolic lemak menghasilkan nilai RQ=0,7; protein RQ=0.8 dan karbohidrat RQ=1,0. Pengukuran RQ seperti contoh diatas, akan menunjukkan apakah kebutuhan energi tubuh dipenuhi dari oksidasi karbohidrat atau lemak cadangan.
| Nama substansi | Respiratory Quotient |
|---|---|
| Carbohydrates | 1 |
| Triolein (Fat) | 0.7 |
| Oleic Acid (Fat) | 0.71 |
| Tripalmitin (Fat) | 0.7 |
| Protein | 0.8 - 0.9 |
| Malic acid | 1.33 |
| Tartaric acid | 1.6 |
| Oxalic Acid | 4.0 |
Selasa, 11 Januari 2011
Tabel IMT 2-20 Tahun
IMT (Indeks Massa Tubuh) merupakan salah satu cara untuk menentukan status gizi. Biasanya IMT digunakan pada kelompok umur dewasa akan tetapi saat ini ternyata IMT dapat digunakan pada usia 2 tahun. Ingin tahu daftar IMT untuk usia 2 sampai 20 tahun silakan download disini.
Minggu, 09 Januari 2011
Subjective Global Assessment (SGA)
Subjective Global Assessment merupakan salah satu metode yang praktis dan dapat digunakan untuk menentukan status gizi bagi pasien-pasien yang dirawat di rumah sakit. Metode ini cukup mudah, tidak perlu menimbang ataupun pakai alat lain karena bersifat subjective. Hebatnya metode ini telah diakui secara mendunia. Untuk lebih jelasnya mengenai SGA dapat di donwload disini.
Sabtu, 08 Januari 2011
RUMUS MENYIKAPI INFORMASI GIZI
Ditengah era keterbukaan informasi saat ini, berbagai informasi denganmudah kita peroleh termasuk masalah makanan, gizi dan diet. Gencarnya berbagai perusahaan melakukan kegiatan iklan produk gizi dan makanan dengan berbagai metode yang pada intinya selalu menampilkan "keunggulan" produknya dapat membuat kita konsumen tersesat ke jalan yang salah jika tidak pandai menyikapinya. Bias publikasi salah satu penyakit yang mudah ditemui dalam kancah ilmiah maksudnya adalah menampilkan karya ilmiah dari sisi-sisi yang dianggap menguntungkan pribadi golongan atau perusahaan. Ibarat seorang gadis yang super cantik dengan body super aduhai maka sebuah karya ilmiah yang mengalami bias publikasi hanya akan menampilkan sisi yang menarik, buat penasaran sehingga konsumen menjadi "terangsang" untuk menikmatinya. Untuk menghindari "jalan sesat" tersebut, salah satu modal yang harus kita kuasai adalah ilmu dasarnya "basic science"-nya. Agar kita tidak salah jalan terutama dalam mengkonsumsi masalah Gizi/Diet simak dan resapkan tulisan dibawah ini...Link-nya:
Jumat, 07 Januari 2011
STANDAR PROFESI GIZI
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 374/MENKES/SK/III/2007
TENTANG
STANDAR PROFESI GIZI
MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
Menimbang :
Bahwa sebagai pelaksanaan ketentuan Pasal 21 Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan, dipandang perlu menetapkan Standar Profesi bagi Tenaga Gizi dengan Keputusan Menteri Kesehatan;
Kamis, 06 Januari 2011
DHA (Dokosa Heksanoid Acid)
Jika kita membeli produk susu formula yang disebutkan mengandung linolenat, linoleat, EPA (eikosa pentanoat acid atau DHA (dokosahekasanoat acid] , sebenarnya hal itu merujuk ada omega 3 (linolenat] atau omega 6 (linoleat] yang memang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Jadi sebenarnya DHA meruakan asam lemak bagian dari omega 3 disamping EPA membicarakan DHA berarti juga membicarakan omega 3.
KONTROVERSI PEMBERIAN SUPLEMEN DHA
DHA sering ditambahkan terutama pada makanan formula bayi, berbagai informasi khususnya dari perusahaan makanan memperlihatkan manfaat yang luar biasa dari suplementasi tersebut. Akan tetapi jika kita buka informasi yang sebenarnya dari berbagi penelitian yang ada mungkin saja kita bisa berubah fikiran setelah mengaeatahui dampak negatifnya. Agar lebih yakin silakan baca sendiri...silakan download di linkberikut:
KRITERIA DAN MONITORING DIABETES 2010
KRITERIA DAN MONITORING DIABETES 2010
- Kadar A1C > 6,5 %
- FPG > 126 mg/dL (7 mmol/L), puasa didefi nisikan tidak adanya ambilan kalori sedikitnya selama 8 jam
- 2 jam glukosa plasma > 200 mg/dL (11,1 mmol/L) selama OGTT dengan asupan glukosa sebanding dengan 75glukosa anhydrous yang dilarutkan
- Pasien dengan keluhan klasik hiperglikemia atau krisis hiperglikemia dengan glukosa darah sewaktu > 200 mg/dL (11,1 mmol/L)
Langganan:
Postingan (Atom)
