Jumat, 21 Januari 2011

Raw Food Diet “ Diet Makanan Mentah”


Raw food diet atau diet makanan mentah yang diperkenalkan oleh Dr Max Bircher-Benner, menjadi populer di Amerika sejak tahun 1926. Jenis diet ini sebenarnya tidak asing lagi bagi orang Indonesia. Menu karedok atau lalapan yang selalu ada di tiap hidangan Sunda sama juga dengan raw food bukan?
 Hingga saat ini selebriti Hollywood seperti Catherine Zeta-Jones, Gery Halliwell, Jennifer Lopez, serta Demi Moore masih menerapkan diet ini untuk menjaga keindahan tubuh mereka.

Rabu, 19 Januari 2011

DIET PADA PENDERITA TBC (TB PARU)

Salah satu masalah yang sering  ditemukan pada pasien yang menderita TB Paru adalah masalah Kurang Gizi. Keadaan tersebut akan menyebabkan lamanya pengobatan dan pulihnya kesehatan. Diet salah satu aspek penting dalam penanatalaksanaan penyakit TB Paru. Untuk mengetahui penatalaksanaan diet TB Paru silakan download di:
http://www.ziddu.com/download/13467725/KEBUTUHANDANDIETPADAPASIENTBC.rtf.html

Senin, 17 Januari 2011

Bahan Kuliah GIZI IBU HAMIL

Ini bahan kuliah (Handout) Ilmu Gizi untuk mahasiswa D3 Keperawatan STIKES Muhammadiyah Banjarmasin 2011. Bagi mahasiswa yang berminat silakan download di:
http://www.ziddu.com/download/13440959/gizi-ibu-hamil.ppt.html

Jumat, 14 Januari 2011

DAFTAR INDEKS GLIKEMIK & BEBAN GLIKEMIK BAHAN MAKANAN

Konsep menggunakan Indeks Glikemik udah mulai ditinggalkan sekarang memakai konsep Beban Glikemik yang lebih tepat untuk menilai pengaruh makanan terhadap kenaikan glukosa darah. Agar dapat menyusun menu yang mempunyai Beban Glikemik rendah tentunya kita harus tahu daftar Beban Glikemik bahan makanan. Untuk itu silakan download di link berikut.

http://www.ziddu.com/download/13402216/DaftarIndekdanBebanGlikemik.pdf.html



INDEKS GLIKEMIK (Glycemic Index (GI)) DAN BEBAN GLIKEMIK (Glycemic Load (GL))

Indeks Glikemik atau Glycemic Index (GI)  merupakan suatu sistem peringkat untuk menilai seberapa cepat glukosa dari suatu jenis makanan memasuki aliran darah, atau  dapat dikatakan seberapa cepat karbohidrat  dalam makanan dapat meningkatkan kadar  gula darah.
Untuk menyusun peringkat GI dibuat suatu standar pengukuran dengan berpedoman seberapa cepat 50 gram  dari suatu jenis makanan dapat diubah menjadi gula;  peringkat tertinggi ditempati oleh glukosa dengan rating 100. Semakin tinggi rating berarti semakin cepat makanan  tersebut masuk ke dalam peredaran darah. GI dikategorikan  tinggi jika memiliki rating 70 atau lebih, sedang antara  56-69 dan rendah jika rating 55 ke bawah.

Kamis, 13 Januari 2011

RESPIRATORY QUOTIENT (RQ)

RESPIRATORY QUOTIENT (RQ) Merupakan rasio antara mole CO2 yang dikeluarkan selama respirasi dengan mole Oksigen (O2) yang digunakan; ditentukan dengan cara menempatkan suatu organisme dalam ruangan respirasi tertutup. Nilai RQ bersifat karakteristik dengan jenis senyawa yang dioksidasi; oksidasi metabolic lemak menghasilkan nilai RQ=0,7; protein RQ=0.8 dan karbohidrat RQ=1,0. Pengukuran RQ seperti contoh diatas, akan menunjukkan apakah kebutuhan energi tubuh dipenuhi dari oksidasi karbohidrat atau lemak cadangan.
Nama substansi         Respiratory Quotient
Carbohydrates    1
Triolein (Fat)                      0.7
Oleic Acid (Fat) 0.71
Tripalmitin (Fat) 0.7
Protein 0.8 - 0.9
Malic acid 1.33
Tartaric acid 1.6
Oxalic Acid 4.0

Selasa, 11 Januari 2011

Tabel IMT 2-20 Tahun

IMT (Indeks Massa Tubuh) merupakan salah satu cara untuk menentukan status gizi. Biasanya IMT digunakan pada kelompok umur dewasa akan tetapi saat ini ternyata IMT dapat digunakan pada usia 2 tahun. Ingin tahu daftar IMT untuk usia 2 sampai 20 tahun silakan download disini.

Minggu, 09 Januari 2011

Subjective Global Assessment (SGA)

Subjective Global Assessment merupakan salah satu metode yang praktis dan dapat digunakan untuk menentukan status gizi bagi pasien-pasien yang dirawat di rumah sakit. Metode ini cukup mudah, tidak perlu menimbang ataupun pakai alat lain karena bersifat subjective.  Hebatnya metode ini telah diakui secara mendunia. Untuk lebih jelasnya mengenai SGA dapat di donwload disini.

Sabtu, 08 Januari 2011

RUMUS MENYIKAPI INFORMASI GIZI

Ditengah era keterbukaan informasi saat ini, berbagai informasi denganmudah kita peroleh termasuk masalah makanan, gizi dan diet. Gencarnya berbagai perusahaan melakukan kegiatan iklan produk gizi dan makanan dengan berbagai metode yang pada intinya selalu menampilkan "keunggulan" produknya dapat membuat kita konsumen tersesat ke jalan yang salah jika tidak pandai menyikapinya. Bias publikasi salah satu penyakit yang mudah ditemui dalam kancah ilmiah maksudnya adalah menampilkan karya ilmiah dari sisi-sisi yang dianggap menguntungkan pribadi golongan atau perusahaan. Ibarat seorang gadis yang super cantik dengan body super aduhai maka sebuah karya ilmiah yang mengalami bias publikasi hanya akan menampilkan sisi yang menarik, buat penasaran sehingga konsumen menjadi "terangsang" untuk menikmatinya. Untuk menghindari "jalan sesat"  tersebut, salah satu modal yang harus kita kuasai adalah ilmu dasarnya "basic science"-nya. Agar kita tidak salah jalan terutama dalam mengkonsumsi masalah Gizi/Diet simak dan resapkan tulisan dibawah ini...Link-nya: 

Jumat, 07 Januari 2011

STANDAR PROFESI GIZI

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 374/MENKES/SK/III/2007
TENTANG
STANDAR PROFESI GIZI
MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
Menimbang :
Bahwa sebagai pelaksanaan ketentuan Pasal 21 Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan, dipandang perlu menetapkan Standar Profesi bagi Tenaga Gizi dengan Keputusan Menteri Kesehatan;