Minggu, 09 Juni 2013

CARI DAN PERHATIKAN "SISI BURUK" ZAT GIZI

CARI & PERHATIKAN “SISI BURUK “ ZAT GIZI

Paradigma berfikir saat ini yang selalu mengedepankan kelebihan / kegunaan atau manfaat suatu zat gizi tanpa pernah berfikir kelemahan atau bisa disebut "sisi buruk” dari zat gizi tersebut menyebabkan kita mudah terombang ambing alias terprovokasi oleh sebuah klaim manfaat tanpa menghiraukan dampak negative atau buruknya dan akhirnya mengkonsumsi berlebihan karena begitu yakinnya akan manfaat sebuah zat gizi. 

Contoh kasusya adalah minum susu adalah sumber mineral Kalsium , Kalsium dapat mencegah osteoporosis atau keropos tulang “saking” takutnya tulangnya keropos maka minum susu sebanyak-banyaknya karena berfikir bahwa dengan minum susu akan sehat dan tidak akan mengalami keropos tulang. Konsumsi kalsium lebih dari 2500 mg sehari berpotensi menyebabkan hyperkalsemia yang selanjutnya dapat menyebabkan hyperkalsuria (kondisi dimana kadar kalsium dalam urin melebihi 300 mg/hari). Hyperkalsuria dapat menimbulkan batu ginjal atau gangguan ginjal. Disamping itu dapat juga menyebabkan konstipasi (kesulitan buang air besar). Selain itu kelebihan kalsium juga dapat menyebabkan pengerasan tulang yang akibatnya juga menjadikan tulang menjadi mudah patah. Selain itu konsumsi kalsium yang tinggi juga mengakibatkan terhambatnya absorpsi zat besi sehingga dapat menjadi faktor resiko terjadinya anemia zat gizi besi. Contoh lain adalah khasiat Vitamin C yang sangat melegenda, sebagai anti oksidan yang dapat mencegah kanker sebagai vitamin yang dapat meningkatkan stamina, pencegah scorbut dll, yang akhirnya memicu konsumsi dengan dosis tinggi padahal jika kita tahu “sisi buruknya” maka akan membuat kita berfikir ulang jika mengkonsumsi dosis tinggi apalagi dalam jangka waku yang panjang. Sifat vitamin C yang asam menyebabkan darah juga menjadi asam, resiko terkena batu ginjal menjadi tinggi , gejala awal bisa juga berdampak pada saluran cerna misalnya diare.

Jadi alangkah bijaksananya ketika kita mendapat informasi tentang sebuah zat gizi maka jangan lupa cari juga “sisi buruk” nya zat gizi tersebut sehingga kita dapat menentukan berapa, kapan dan bagaimana cara konsumsi zat gizi tersebut agar dapat manfaat yang optimal……Semoga Bermanfaat …………SalamSadar Gizi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar